PENGENDALI AMARAH
Jawara Sejati, Kuat Menahan Emosi
Jawara identik dengan jagi kelahi; kekar ototnya dan kuat fisiknya. Namun tidak demikian dengan pengertian Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahwa jawara sejati adalah yang bisa mengendalikan amarahnya.
Mengapa orang yang mampu mengendalikan amarahnya disebut jawara, padahal belum tentu kuat fisiknya dan tidak menguasai jurus apa-apa? Mereka juga telah dinanti surga dan bebas memilih bidadari sesukanya. Apa alasannya?
Apa dampak marah, hingga Rasulullah berwasiat, "jangan marah!" dan beliau ulangi wasiatnya tiga kali? Bagaimana meredamnya, apakah semua amarah tercela, dan apakah cukup dikatakan jawara hanya dengan menahan amarahnya? Simak pembahasan lengkapnya di seri ini.
_____
Seri Quranic Personality, Risalah Book Series

0 komentar:
Posting Komentar