Olah Raga, Olah Jiwa

Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya

Membaca Sedari Muda

Membaca : Membuka Cakrawala Dunia

Yang Muda Yang Berkarya

Berikan aku 10 Pemuda kan ku guncang dunia

Profesional

Kenali Diri, Kembangkan Diri, Jadilah Profesional

Belajar Sepanjang Hayat

Belajar sepanjang waktu, belajar dimanapun berada

20 April 2015

Mari Belajar dari Anak SD di Jepang


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Abdul Ghafur, ST, M.Ed (Alumni IDEC Hiroshima University-Japan)

Suara riuh anak-anak di pagi hari memancing rasa penasaran saya untuk sekadar melihat apa yang sebenarnya terjadi. Terlihat sekelompok anak sekolah dasar (SD) Jepang sedang berjalan kaki beriringan. Baju yang dikenakan seragam. Tas sekolah yang digendong terlihat besar, sarat dengan muatan. Belum lagi tambahan botol minuman dan peralatan olahraga.

Rasanya hampir di seluruh Jepang, baik di kota besar seperti Tokyo maupun daerah pedesaan, anak-anak SD berjalan kaki. Mereka berjalan secara berkelompok ketika pergi maupun pulang sekolah. Mereka tak boleh diantar. Tak peduli, jarak rumah ke sekolah itu jauh ataupun anak SD itu berasal dari orang kaya ataupun pejabat.

Selintas, semua itu hanya terlihat biasa. Tapi jika dimaknai, fenomena semacam ini sungguh menarik. Jepang sebagai negara maju dan modern ternyata dalam mendidik generasi muda telah sejak dini mencoba melepaskan diri dari ketergantungan teknologi. Lalu, kenapa mereka melakukan itu? Saya menangkapnya ini salah satu cara membangun karakter.

Pertama, dalam membangun karakter kepemimpinan. Setiap kelompok selalu ada pemimpin yang memegang bendera kuning. Tugasnya mengatur pergerakan dan bertanggung jawab terhadap jumlah anggotanya. Jika satu tidak ada, tugas pemimpin mencari tahu alasan mengapa anggota tersebut tidak hadir. Alasannya harus diketahui dan menjadi laporan kepada sekolah.

Perlu dicatat, membangun karakter kepemimpinan berarti selalu memimpin dan menjadi pemimpin. Tapi ia juga harus ikhlas jika suatu saat harus dipimpin. Di negeri ini, banyak orang yang mau menjadi pemimpin tapi tidak rela untuk dipimpin. Olah karena itu, dalam kelompok yang ditunjukkan oleh anak-anak SD di Jepang itu diperlihatkan proses pergantian pemimpin. Setiap yang tergantikan harus mau mengikuti pemimpin barunya dan secara dini mengajarkan bahwa proses suksesi kepemimpinan bukanlah sesuatu yang dilarang.

Kedua, membangun karakter empati. Setiap orang yang berpapasan, anak-anak SD itu harus proaktif mengucapkan salam: "Ohayo Gozaimasu!" atau "Konnichiwa!" sambil membungkukkan badannya. Kadang mengucapkan: "Summimasen!", memohon permisi meminta jalan.

Tidak dipungkiri bahwa karakter terbangun dan teruji di jalan. Apakah kita rela memberikan jalan kepada orang terlebih dahulu atau tidak peduli sama sekali. Apakah kita bisa bersabar saat lalu lintas padat dan macet lalu tidak tergoda untuk melanggar peraturan. Atau bahkan mengeluarkan kata-kata sumpah serapah yang memicu pertengkaran.

Pada saat saat berjalan secara berkelompok, mereka telah diajarkan tata cara menggunakan jalan dengan benar. Kegiatan ini terus menerus dibentuk hingga menjadi kebiasaan sampai mereka besar.

Ketiga, membangun karakter mandiri dan penuh daya juang tinggi. Setelah luluh lantah oleh Sekutu pada PD II, Jepang membangun negaranya kembali dari nol. Mereka bergerak cepat dengan kemandirian yang tinggi dan tentunya dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Akhirnya mereka dapat mengembalikan lagi kejayaan mereka.

Nilai karakter ini pulalah yang ingin mereka tanamkan. Sejak pendidikan dasar, nilai kemandirian ini ditanamkan melalui kegiatan berjalan kaki sejauh apapun jarak dari rumah ke sekolahnya. Jangankan motor, sepeda pun tidak diperkenankan. Ditambah lagi tas sekolah yang sarat muatan harus mereka bawa sendiri.

Lelah dan capek? Sudah pasti. Tapi mereka dipaksa keadaan harus sampai ke sekolah dan kembali ke rumah dengan selamat. Mereka harus gigih dalam menggapai asa mereka.

Mereka sadar bahwa negara mereka bukanlah negara yang memiliki limpahan kekayaan alam. Hidup di Jepang menyakitkan. Menahan dingin menusuk tulang di musim dingin dan menahan terik yang membakar dan udara panas di musim panas. Karenanya, mereka butuh generasi yang punya jiwa kepemimpinan yang kuat, disiplin, memiliki kemandirian, tidak manja, tahan banting, dan penuh karakter perjuangan.

Unik tapi begitulah cara Jepang membangun karakter generasi penerus dengan berjalan kaki saat pergi ke sekolah. Lantas bagaimana dengan kita?

Sumber : http://www.republika.co.id, klik https://goo.gl/z6SrQp

24 Maret 2015

7 Cara Agar Terbiasa Datang Tepat Waktu

Datang tepat waktu (on time) merupakan salah satu kebiasaan karyawan sukses. Sayangnya, kebiasaan baik ini sulit dimiliki oleh sejumlah karyawan. Mengapa seperti itu? Jawaban yang realistis adalah karena datang terlambat sudah menjadi kebiasaan sehingga butuh waktu untuk mengubahnya.
Jika Anda selama ini memiliki kebiasaan datang terlambat (baik itu masuk kerja, menghadiri rapat, bertemu orang, dan lain-lain), tujuh cara di bawah ini dapat membantu Anda datang tepat waktu.

1. Pergi 10 menit lebih awal
Cara pertama adalah pergi 10 menit lebih awal. Untuk menerapkan cara ini, Anda perlu mengevaluasi waktu pergi Anda terlebih dahulu. Sebagai contoh, jika Anda terlambat datang masuk kerja pada jam 7 pagi karena Anda pergi dari rumah jam 06:45, maka yang perlu Anda lakukan adalah pergi dari rumah jam 06:30 (10 menit lebih awal dari biasanya).

2. Catat semua jadwal rapat atau pertemuan
Cara kedua adalah dengan mencatat semua jadwal rapat atau pertemuan yang Anda miliki di buku harian atau catatan Anda. Setelah itu, baca buku harian atau catatan itu minimal sekali sehari sehingga membantu Anda mengingat semua jadwal rapat dan pertemuan yang harus Anda hadiri.
Jika Anda tidak memiliki buku catatan, tulis saja jadwal rapat atau pertemuan disticky paper yang bisa ditempelkan di dinding atau komputer Anda. Anda bisa juga menuliskannya di papan tulis yang ada di ruang kerja Anda.

3. Buat reminder
Cara lain adalah dengan membuat pengingat (reminder) di telepon genggam pintar Anda (smartphone) atau laptop kerja Anda. Terkait laptop kerja, ada pengingat jadwal rapat di lokal area network yang mereka miliki. Pengingat ini akan memberi alert bergantung kepada waktu yang ditetapkan oleh si pembuat jadwal rapat. Waktunya bisa 10 menit atau 15 menit dari jadwal rapat.

4. Minta bantuan teman/bawahan untuk mengigatkan
Anda juga bisa bantuan teman Anda untuk mengingatkan jadwal rapat atau pertemuan Anda dengan klien. Jika Anda seorang atasan yang memiliki sekretaris atau asisten, Anda bisa menginstruksikan mereka untuk mengingatkan Anda.

5. Hormati orang lain
Ini adalah pemahaman yang perlu Anda miliki untuk membiasakan diri datang tepat waktu. Tanamkan di benak Anda bahwa datang tepat waktu itu berarti Anda menghormati orang lain, baik itu atasan, bawahan, atau klien baru. Dengan memiliki pemahaman ini, Anda akan bergerak lebih cepat daripada biasanya.

6. Prediksi waktu tempuh
Jika rapat atau pertemuan di luar kantor, prediksi waktu tempuh untuk mencapai tempat rapat tersebut. Jika Anda masih belum tahu karena mungkin tempat rapat itu memang baru Anda kunjungi, cari di Google map lokasinya sehingga Anda bisa memprediksi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi tersebut.
Selain itu, Anda juga bisa meminta informasi waktu tempuh kepada orang yang mengundang Anda. Ini lebih baik karena informasinya jauh lebih akurat.

7. Persiapkan semua peralatan yang mendukung
Ada kalanya penyebab terlambat datang adalah tidak siapnya alat-alat pendukung yang Anda perlukan. Sebagai contoh, ketika Anda hendak berangkat kerja, ban mobil atau ban motor Anda kempes. Untuk menghindari masalah ini, cek kondisi kendaraan Anda sesaat setelah Anda bangun. Misalnya, setelah sholat subuh bagi Anda yang muslim.
Dalam hal rapat atau pertemuan, siapkan peralatan yang Anda perlukan (laporan, alat peraga, atau handout materi) sehari sebelumnya. Kebiasaan ini akan memberi Anda waktu yang cukup bila saja ada peralatan yang belum siap.
Datang tepat waktu merupakan kebiasaan baik yang harus dimiliki oleh setiap karyawan (atau setiap orang). Kebiasaan ini akan membantu Anda lebih sukses, misalnya reputasi baik atau mendapatkan klien baru. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda menerapkan satu atau lebih dari tujuh cara di atas.
Cara apalagi yang bisa membantu Anda datang tepat waktu?
 Sumber : duniakaryawan.com

11 Maret 2015

Metamorfosa- Kemudahan atau Kekuatan?

Salam Metamorfosa, Salam Perubahan… 
Bagi orang beriman, doa merupakan ritual yang sangat penting artinya. Melalui doa inilah seseorang menghubungkan dirinya dengan Tuhannya, untuk menyampaikan aneka permohonan. Lewat doa ini pula seseorang bisa mendapatkan ketenteraman dan ketenangan hati, saat ia sedang menghadapi segala bentuk pikiran dan perasaan negatif. Apakah itu kegelisahan, keresahan, kebimbangan, kesedihan, maupun kegalauan.

Maka dalam doa tersebut seseorang acapkali meminta kepada Tuhan untuk diberi kemudahan dalam melaksanakan berbagai urusan. Sementara pada kesempatan lainnya, doa dipanjatkan un tuk mendapatkan kekuatan dalam meng hadapi berbagai cobaan dan ujian hidup. Di antara dua model permintaan tersebut, manakah yang se baiknya kita jadikan prioritas dalam doa-doa kita kepada Tuhan: meminta kemudahan atau kekuatan?

Para pembaca yang siap berubah menjadi lebih baik…
Apapun doa yang kita sampaikan kepada Tuhan, pada prinsipnya baik. Namun, dari sisi logika atau akal sehat, doa yang minta diberi kemudahan dengan doa yang minta diberi kekuatan memiliki dampak psikologis yang berbeda pada diri kita. Mari kita renungi bersama.

Doa yang berisi permintaan untuk diberi kemudahan mengandung makna bahwa masalah atau kesulitanlah yang menjadi prioritas untuk diminimalkan oleh Tuhan. Sehingga, kemampuan kita yang ada saat ini bisa mengatasinya. Ini sama saja, meski tidak disadari, membiarkan kemampuan atau kesanggupan kita tidak bertambah, alias begitu-begitu saja dari waktu ke waktu. Maka jangan heran jika orang yang doanya selalu meminta kemudahan, hanya akan diberi oleh- Nya tugas-tugas kecil yang tidak akan mengantarkannya menjadi pribadi yang tumbuh dan besar.

Tentu menjadi berbeda jika doa yang kita haturkan kepada Tuhan berisi permintaan untuk diberi kekuatan. Doa semacam ini mengandung arti bahwa kekuatan atau ketangguhanlah yang menjadi prioritas untuk kita tingkatkan dari waktu ke waktu. Sehingga, masalah atau kesulitan yang meningkat sekalipun, tidak akan menu runkan nyali kita untuk menghadapinya.

Melalui doa semacam itu, terbuka kemungki nan bagi siapa pun untuk menerima amanah atau tanggung jawab yang jauh lebih besar, yang memungkinkan kapasitas dirinya tumbuh dan berkembang menjadi semakin hebat. Maka lihatlah orang-orang di sekeliling anda. Adakah di antara mereka yang tidak sanggup mengelola urusan yang kecil dan sederhana, pada akhirnya dipercaya Tuhan untuk mengelola urusan yang le bih besar dan lebih kompleks? Rasa-rasanya sih jarang banget.

Atas dasar logika tersebut, menjadi lebih baik bila kita lebih sering meminta kekuatan daripada kemudahan. Khususnya bila kita menginginkan hidup kita terus tumbuh dan berkembang. Atau jika kita ingin menjalani peran dan tugas kehidu pan yang lebih besar dalam rangka menebar man faat yang lebih luas.

Bila anda berkesempatan menjadi lebih hebat dengan anugerah kekuatan yang Tuhan percaya kan kepada anda, mengapa anda lebih memilih untuk selalu dimudahkan oleh-Nya? Bukankah itu sebuah kekeliruan yang mesti kita hindari? Keep spirit & change your life. ??

HD Iriyanto www.bangunkarakter.com (Inspirator Metamorphosis; Dosen STMIK AMIKOM Yogyakarta)

Sumber : 
http://bola.republika.co.id/berita/sepakbola/liga-dunia/11/05/29/koran/news-update/15/03/10/nkzi4915-metamorfosa-kemudahan-atau-kekuatan

19 November 2014

Menata Ruang Kantor agar Lebih Nyaman dan Produktif


Menata Ruang Kantor – Apakah Anda jenuh dengan tampilan ruang kantor yang penuh dengan beragam perlengkapan kantor? Rupanya, Anda perlu mendapatkan “pemandangan” baru untuk menyegarkan pikiran dengan mengatur kembali perlengkapan kantor yang ada. Tampilan ruang kantor yang baru akan memudahkan Anda untuk memperoleh beragam inspirasi yang mendukung pekerjaan. Berikut ini adalah 5 cara mudah dalam menata ruang kantor inspiratif:

  • Memindahkan Kursi dan Meja Kerja
Jika ruang kantor Anda saat ini tidak mampu menginspirasi produktivitas kerja, cobalah memikirkan penyebab munculnya suasana ini. Penataan meja dan kursi kantor yang menghadap ke arah yang salah dapat menjadi pemicu kejenuhan aktivitas saat bekerja dan menjadikan Anda mudah lelah, lho. Anda dapat mulai menata ruang kantor dengan mengatur meja kerja agar menghadap ke jendela taman di luar ruangan. Tempatkan kursi Anda di sisi meja yang berbeda untuk menciptakan nuansa baru pada ruangan dan duduklah sebentar kemudian rasakan perubahan ruangan tersebut.
  • Menghadirkan Kursi yang Nyaman
Tentunya aktivitas kantor akan terasa melelahkan jika Anda harus menghabiskan waktu berjam-jam di depan meja kerja atau layar komputer. Menata ruang kerja dengan menambahkan kursi yang nyaman dan empuk sudah seperti kewajiban yang harus dimiliki untuk membantu mengurangi keletihan saat bekerja serta membantu menjaga kesehatan diri Anda.
  • Mengecat Ulang Dinding
Elemen selanjutnya dalam menata ruangan kantor yang juga tak kalah penting untuk dijadikan perhatian adalah warna dinding pada ruang kantor. Warna dinding yang sudah lama dan tidak pernah dicat ulang akan menampilkan warna kusam dan tidak sedap dipandang mata. Selain itu, menata ruangan dengan mengecat warna dinding kantor yang kurang sesuai selera juga akan memicu rasa tak nyaman yang nantinya kerap muncul ketika berada di dalamnya. Untuk itu, gantilah cat dinding sesuai dengan selera Anda agar tercipta suasana kantor yang menyenangkan dan bersemangat.
  • Memajang Hiasan Dinding
Hiasan dinding mungkin tidak menjadi perlengkapan kantor yang banyak dipikirkan oleh orang. Akan tetapi, keberadaan benda ini ternyata mampu memberikan kesegaran pikiran ketika Anda sedang beristirahat sejenak setelah berjam-jam serius menghadapi pekerjaan. Saat menata ruang kerja, pilihlah hiasan dinding yang bertemakan pemandangan alam untuk menyegarkan pikiran dan mata sehingga beberapa saat kemudian, semangat kerja dan ide segar bisa muncul kembali.
  • Memilih Jenis Perlengkapan Kantor
Agar Anda tak jenuh dengan perlengkapan kantor yang biasa, cobalah memilih peralatan yang dihiasi ornamen-ornamen bernilai seni seperti tempat pensil dekoratif atau klip kertas warna-warni yang diletakkan dengan rapi di meja kerja Anda. Menata ruangan dengan suguhan kerapian dan nuansa full colour ini akan membantu menurunkan ketegangan saat bekerja.
Menata ruang kantor dengan penuh semangat serta selalu berpikir positif akan menghadirkan suasana baru yang akan membuat Anda nyaman dan lebih produktif dalam bekerja. Jangan heran apabila setelah penataan ruang kerja terjadi, akan ada banyak ide-ide baru yang mengalr deras selama Anda di ruangan tersebut. Jangan lupa juga untuk selalu memperhatikan kerapian penataan perlengkapan kantor lainnya agar mood bekerja selalu terjaga.