"Hai orang-orang yang
beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang
benar." (Q.S. At Taubah ayat 119)
Olah Raga, Olah Jiwa
Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya
Membaca Sedari Muda
Membaca : Membuka Cakrawala Dunia
Yang Muda Yang Berkarya
Berikan aku 10 Pemuda kan ku guncang dunia
Profesional
Kenali Diri, Kembangkan Diri, Jadilah Profesional
Belajar Sepanjang Hayat
Belajar sepanjang waktu, belajar dimanapun berada
22 November 2013
20 April 2013
10 Tips Mengajak Anak Gemar Membaca
Oleh : Muhammad Noer
Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, “Bagaimana caranya mengajak anak kita supaya gemar membaca?”
Hmm, pertanyaan yang menarik dan penting untuk dijawab.
Jawaban saya waktu itu adalah, “Orangtua harus memberi contoh dengan
rajin membaca di depan anak-anaknya. Ada acara membaca keluarga, di mana
masing-masing anggota berkumpul dan membaca buku kesukaan
masing-masing. Anak sering diajak main ke toko buku dan browsing buku
kesukaan mereka. Terakhir, sering-sering diceritakan dongeng dengan
membacakannya langsung sehingga anak tertarik untuk belajar sendiri.”
Sebagai orangtua, kita mungkin mengajarkan kepada anak kita cara
membaca, namun belum tentu kita memberi contoh kepadanya untuk gemar
membaca.
Secara tak sengaja, saya menemukan aplikasi menarik di Apple iTunes berjudul “Reading for Kids. 100 Ways To Encourage Your Kids To Read.”
Tips ini serta merta membuat ide saya berkembang. Ternyata banyak
sekali aktivitas kecil dan ringan yang bisa dilakukan untuk membentuk
sebuah kebiasaan. Dan inilah beberapa tips menarik yang saya dapatkan
dari aplikasi tersebut ditambah sharing dari saya pribadi.
1. Berangkat ke Kebun Binatang atau Sirkus, kemudian cari buku tentang binatang yang baru dilihat anak Anda.
Anak-anak sangat senang ke kebun binatang dan mereka akan terus
bercerita apa yang dia lihat sepanjang jalan. Setelah pulang, singgah
sebentar ke toko buku dan temukan binatang yang paling dia sukai.
Yakinlah anak Anda pasti akan senang membaca buku tersebut.
2. Jika anak melihat sesuatu yang menarik di TV, temukan buku tentang hal tersebut.
Ada kalanya anak Anda menonton TV dan tertarik dengan bagaimana
gerhana terjadi, maka carilah buku yang membahas topik tersebut. Karena
ketertarikan muncul dari sang anak, kemungkinan besar dia akan senang
membaca dan ingin tahu lebih jauh tentang topik yang menarik
perhatiannya.
3. Ceritakan kepada anak buku yang baru saja Anda baca.
Bacakan bagian tertentu yang menarik dari buku tersebut dan letakkan
di tempat yang mudah dijangkau anak Anda jika dia ingin membacanya
sendiri.
Terkadang anak kita juga ingin tahu buku yang dibaca orangtuanya. Mengapa tidak menceritakannya kepada Anak Anda? Ini sekaligus melatih kita sebagai orangtua untuk merangkum buku tersebut secara sederhana dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Tak hanya itu, anak-anak juga punya rasa ingin tahu yang besar dan dia akan berusaha mencari tahu mengapa orangtuanya membaca buku tersebut.
Terkadang anak kita juga ingin tahu buku yang dibaca orangtuanya. Mengapa tidak menceritakannya kepada Anak Anda? Ini sekaligus melatih kita sebagai orangtua untuk merangkum buku tersebut secara sederhana dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Tak hanya itu, anak-anak juga punya rasa ingin tahu yang besar dan dia akan berusaha mencari tahu mengapa orangtuanya membaca buku tersebut.
4. Bacakan buku favorit dan sering-seringlah mengulangnya.
Anak Anda akan belajar tentang kisah tersebut dan mulai belajar tentang mengapa membaca itu penting dan menarik.
Pengulangan menciptakan efek yang kuat dalam daya ingat anak Anda.
Mereka akan mengenang kegiatan tersebut dan ingin mengulanginya kembali
dengan cara membaca buku yang membawanya ke ingatan masa lalu.
5. Jawablah selalu pertanyaan Anak Anda.
Dengarkan baik-baik dan sabar apa yang dia tanyakan dan jawablah
dengan penuh perhatian dan kesabaran pula. Jika perlu, ajak anak Anda ke
toko buku atau perpustakaan untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya.
Anda dapat pula melakukan kegiatan bersama seperti menemukan jawaban
pertanyaan tersebut dalam ensiklopedi, kamus atau browsing google
bersama sang anak.
6. Belikan buku sebagai hadiah ulang tahun sahabat anak Anda.
Biarkan anak Anda memilih buku yang akan dijadikan sebagai hadiah
kepada sahabatnya. Dia akan belajar buku adalah benda yang bermanfaat
buat orang-orang terdekatnya.
7. Ketika Anda memiliki waktu luang bersama anak, ceritakan sebuah kisah kepadanya.
Setelah Anda selesai bercerita, mintalah anak Anda bercerita sebuah
kisah yang ingin dia ceritakan. Proses ini akan membangun kedekatan
antara anak dan orangtua sekaligus mengajak keduanya untuk gemar membaca
sebelum bisa menceritakan kisah-kisah baru.
8. Buat daftar buku yang dimiliki anak Anda dan tempelkan di lemari es dan beri tanda buat buku yang selesai.
Berikan kesempatan anak Anda untuk menempelkan tanda bintang pada
setiap buku yang sudah selesai dia baca. Ini memberikan sebuah “sense of
accomplishment” dan memacu anak untuk membaca lagi dan lagi.
9. Jangan pernah memaksa anak Anda membaca atau menyelesaikan buku yang tidak dia sukai.
Ini akan memberi pengalaman buruk dan membuatnya benci membaca.
Biarkan dia menemukan apa yang dia sukai dan ajaklah membaca hal-hal
tersebut.
10. Jika anak melihat Anda sedang membaca sebuah buku dan menikmatinya, mereka juga akan tertarik.
Sebagai orangtua, tunjukkanlah bahwa Anda memang gemar membaca dan
menjadikannya sebagai kegiatan yang menarik dan rutin dilakukan.
Anak-anak akan mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya apalagi jika
mereka melihat orangtuanya sangat menikmatmati buku yang dibaca.
Ternyata tidak sulit mengajak anak gemar membaca. Ada banyak kegiatan
sederhana yang bisa kita lakukan untuk membiasakan anak membaca. Jika
Anda sering melakukan hal tersebut di masa kecil sang anak, maka ketika
besar nanti mereka akan menjadi orang yang gemar membaca.
Dan yang jauh lebih penting, mereka akan memandang kegiatan membaca
sebagai aktivitas yang menyenangkan dan memberi kesempatan untuk
melakukan eksplorasi hal-hal baru.
Anda punya tips lainnya? Sampaikan komentar dan pendapat Anda!
sumber : http://www.muhammadnoer.com/2010/08/10-tips-mengajak-anak-gemar-membaca/, diakses pada tanggal 20 April 2013
6 April 2013
Belajar Sepanjang Hayat
![]() |
| Sumber : www.pekka.or.id |
“Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap
muslim dan muslimat. Tuntutlah ilmu sejak buaian sampai lubang kubur.
Tiada amalan umat yang lebih utama daripada belajar”.
Belajar sepanjang hayat ini dikemukakan oleh Edgar Faure dari The International Council of Educational Development (ICED) atau Komisi Internasional Pengembangan Pendidikan. Sebagai ketua Komisi tersebut Edgar Faure mengatakan : With
its confidence in man’s capacity to perfect himself through education,
the Moslem world was among the first to recommend the idea of lifelong
education, exhorting Moslem to educate themselves from cradle to the
grave. (Faure, 1972, h.8)
Islam mewajibkan pemeluknya untuk belajar
dan mengembangkan kemampuan nalarnya secara terus menerus bukan saja
terhadap objek-objek di luar dirinya, tetapi juga terhadap kehidupannya
sendiri baik sebagai perorangan maupun sebagai suatu komunitas.
Seperti dikemukakan oleh Andrias Harefa
(2000) bahwa pembelajaran akan mampu membuat manusia tumbuh dan
berkembang sehingga berkemampuan, menjadi dewasa dan mandiri. Manusia
mengalami transformasi diri, dari belum/tidak mampu menjadi mampu atau
dari ketergantungan menjadi mandiri. Dan, transformasi diri ini
seharusnya terus terjadi sepanjang hayat, asalkan ia tidak berhenti
belajar, asal ia tetap menyadari keberadaannya yang bersifat present
continuous, on going process, atau on becoming. Persoalannya adalah,
sebagian besar manusia tidak mendisiplinkan dirinya untuk tetap belajar
tanpa henti. Sebagian besar manusia berhenti belajar setelah merasa
dewasa. Sikap gede rasa ini umumnya disebabkan oleh kebodohan yang
bersifat sosial dan mental/ psiko-spiritual. Sebagian orang merasa telah
dewasa karena telah berusia di atas 17 atau 21, atau telah selesai
sekolah atau kuliah, telah memiliki gelar akademis, telah memiliki
pasangan hidup, telah memiliki pekerjaan dan jabatan yang memberinya
nafkah lahiriah. Hal-hal itu telah membuat mereka berhenti belajar,
sehingga tidak lagi mengalami transformasi-transformasi dalam
kehidupannya, sehingga mereka tidak siap mengantisipasi
perubahan-perubahan yang timbul. Sebaliknya bagi mereka yang senantiasa
menjadikan proses belajar merupakan bagian dari kehidupannya mereka akan
senantiasa siap mengantisipasi perubahan yang timbul atau bahkan
perubahan yang diperoleh mereka sebagai akibat langsung dari proses
belajar yang senantiasa mereka lakukan. Konsekwensi perubahan yang
terjadi akan menjadi titik tolak bagi mereka untuk senantiasa terus
belajar – on becoming a learner istilah yang dipakai Andrias Harefa-
untuk selalu siap mengantisipasi perubahan yang akan muncul lagi sebab
perubahan merupakan sesuatu yang abadi, selamanya akan muncul on and on.
Kegiatan pembelajaran dapat dikelompokkan
ke dalam dua kelompok diantaranya kegiatan yang terjadi pada jalur
pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah.
Pada jalur pendidikan luar sekolah, sejak
kehadirannya, kegiatan pembelajaran kelompok menjadi ciri utama. Dalam
perkembangannya, kegiatan pembelajaran dalam pendidikan luar sekolah
telah memperoleh dukungan dari berbagai teori pembelajaran dan dari
pengalaman para praktisi di lapangan sehingga muncul kegiatan
pembelajaran partisipatif. Dewasa ini pembelajaran partisipatif tidak
saja digunakan dalam program-program pendidikan luar sekolah tetapi juga
di beberapa kawasan di dunia ini, dan telah diserap serta diterapkan
pada program-program pendidikan sekolah. Dengan demikian pembelajaran
partisipatif telah menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang dapat
digunakan dan dikembangkan di dalam proses pendidikan baik di satuan
pendidikan sekolah maupun satuan pendidikan luar sekolah.
Upaya penerapan pembelajaran partisipatif
pada pendidikan sekolah dapat dipertegas dengan menekankan peranan
pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar secara
aktif dan partisipatif. Keterlibatan pendidik dapat meliputi dua hal
penting, diantaranya, pertama, dalam penyusunan dan pengembangan program
belajar serta yang kedua, dalam upaya menumbuhkan kondisi supaya
peserta didik melakukan kegiatan belajar partisipatif. Keterlibatan
dalam penyusunan dan pengembangan program pembelajaran, pendidik bersama
peserta didik melakukan asesmen kebutuhan belajar; identifikasi
sumber-sumber dan kemungkinan hambatan dalam pembelajaran; menyusun
tujuan belajar, menetapkan komponen dan proses pembelajaran, serta
melaksanakan dan menilai program pembelajaran. Keterlibatan pendidik
dalam menumbuhkan situasi belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk
belajar meliputi upaya menciptakan iklim belajar yang partisipatif.
Knowles mengemukakan ada tujuh langkah pendidik yang dapat membantu
peserta didik untuk belajar partisipatif. Ketujuh langkah tersebut
adalah membantu peserta didik untuk: (1) menumbuhkan keakraban yang
mendorong untuk belajar, (2) menjadi anggota kelompok dan belajar dalam
kelompok, (3) mendiagnosis kebutuhan belajar, (4) merumuskan tujuan
belajar, (5) menyusun pengalaman belajar, 6) melaksanakan kegiatan
belajar, dan (7) melakukan penilaian terhadap proses, hasil, dan
pengaruh belajar.
Produk dari suatu proses pembelajaran
baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah adalah perubahan
tingkah laku peserta didik selama dan setelah mengikuti proses
pembelajaran. Perubahan perilaku tersebut mencakup ranah (domain)
afektif, kognitif, dan psiko-motorik serta konatif. Ranah afektif adalah
sikap dan aspirasi peserta didik dalam lingkungannya melalui tahapan
penerimaan stimulus, respons, penilaian, pengorganisasian, dan
karakterisasi diri dalam menghadapi stimulus dari lingkungan. Ranah
Kognitif adalah kecakapan peserta didik yang diperoleh melalui
pengetahuan, pemahaman, penggunaan, analisis, sintesis, dan evaluasi
terhadap sesuatu berdasarkan asas-asas dan fungsi kelimuan. Asas
keilmuan yang objektivitas, observabilitas, dapat diukur, dan bernilai
guna, sedangkan fungsi keilmuan adalah menggambarkan, menjelaskan,
memprediksi, dan mengandalkan. Psiko-motorik atau skills adalah
penguasaan dan penggunaan sesuatu keterampilan melalui tahapan
rangsangan, kesiapan merespons, bimbingan dlam melakukan respons,
gerakan mekanik, respons yang lebih kompleks, adaptasi, dan melakukan
sendiri. Tegasnya perubahan tingkah laku peserta didik dalam ranah
afektif, kognitif, psiko-motorik, dan konatif merupakan produk
pembelajaran.
![]() |
| Sumber : http://hanazhen.files.wordpress.com/2010/12/guru-profesional.jpg |
5 April 2013
Membaca Sedari Muda
Membaca Sedari Muda
Membaca sangat banyak manfaatnya, berikut ini saya tampilkan 2 buah tulisan tentang manfaat membaca.
Sumber tulisan : Republika.co.id
11 Manfaat Membaca
Bagi anda yang gemar membaca atau pun hanya sekedar membaca, pastinya
tahu bahwa membaca itu banyak manfaatnya. Yang paling utama kenapa kita
diharuskan membaca, karena merupakan perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an
surat Al-‘Alaq (96) ayat 1, lafalnya “ Iqro’ bismi robbikal-ladzi
kholaqo “ yang artinya “ Bacalah dengan nama robb (Tuan, Tuhan) kamu
(yakni Aloh) yang menciptakan.“
Lantas membaca apa? Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya “…Faqro-u ma tayassaro minal-qur’an…” yang artinya “…Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an…”.
Dalam Al-Qur’an terkandung ayat-ayat Allah dan ayat-ayat Allah tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an. Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum (30) ayat 20, lafalnya “ Wa min ayatihi an kholaqokum min turobin tsumma idza antum basyarun tantasyirun “ yang artinya “ Dan sebagian dari ayat-ayat Alloh adalah Dia menciptakan kalian dari tanah lalu kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak” dan ayat-ayat yang lain yang semisal dengan ayat ini menunjukkan bahwa makhluk (ciptaan) Alloh adalah juga ayat-ayat Alloh.
Sehingga dari ayat-ayat itu dapat ditarik hikmahnya bahwa perintah membaca yang dimaksud dalam surat Al-‘Alaq (96) ayat 1 itu adalah perintah membaca ayat-ayat Alloh baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun yang ada di alam semesta yakni berupa makhluk-makhluk-Nya. Maka dengan demikian “membaca ayat-ayat Alloh” adalah termasuk suatu amal Islami (amalu sholeh). [Dan buku yang terbaik, tertinggi dan paling berharga adalah Kitab suci Al-Quran]
Nah, berikut inilah ke-11 faedah membaca:
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.
11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.
(Dr.’Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA - - dalam best seller book “DONT BE SAD” )
“..karena Anda mengetahui apa yang Saya tidak ketahui dan Saya mengetahui apa yang tidak Anda ketahui..”
Semoga bermanfaat sehingga memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi membaca... Never Stop for Learning..!!
Muhammad Ali Hasan, S.PsiAlumni Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (2002-2006)
Lantas membaca apa? Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Al-Muzzamil (73) ayat 20, lafalnya “…Faqro-u ma tayassaro minal-qur’an…” yang artinya “…Maka bacalah apa yang mudah (bagi kalian) dari Al-Qur’an…”.
Dalam Al-Qur’an terkandung ayat-ayat Allah dan ayat-ayat Allah tidak hanya ada di dalam Al-Qur’an. Dikatakan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum (30) ayat 20, lafalnya “ Wa min ayatihi an kholaqokum min turobin tsumma idza antum basyarun tantasyirun “ yang artinya “ Dan sebagian dari ayat-ayat Alloh adalah Dia menciptakan kalian dari tanah lalu kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak” dan ayat-ayat yang lain yang semisal dengan ayat ini menunjukkan bahwa makhluk (ciptaan) Alloh adalah juga ayat-ayat Alloh.
Sehingga dari ayat-ayat itu dapat ditarik hikmahnya bahwa perintah membaca yang dimaksud dalam surat Al-‘Alaq (96) ayat 1 itu adalah perintah membaca ayat-ayat Alloh baik yang ada di dalam Al-Qur’an maupun yang ada di alam semesta yakni berupa makhluk-makhluk-Nya. Maka dengan demikian “membaca ayat-ayat Alloh” adalah termasuk suatu amal Islami (amalu sholeh). [Dan buku yang terbaik, tertinggi dan paling berharga adalah Kitab suci Al-Quran]
Nah, berikut inilah ke-11 faedah membaca:
1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.
3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.
4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan para sarjana.
8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.
9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 muslim yag saleh. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.
10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.
11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat.
(Dr.’Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA - - dalam best seller book “DONT BE SAD” )
“..karena Anda mengetahui apa yang Saya tidak ketahui dan Saya mengetahui apa yang tidak Anda ketahui..”
Semoga bermanfaat sehingga memotivasi kita semua untuk lebih giat lagi membaca... Never Stop for Learning..!!
Muhammad Ali Hasan, S.PsiAlumni Sekolah Tinggi Psikologi Yogyakarta (2002-2006)
Asyiknya Membaca Banyak Manfaatnya
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Bagi sebagian orang, membaca adalah kegiatan
yang paling membosankan. Padahal membaca buku tidak hanya sebagai
pengisi waktu luang. Membaca buku memberikan banyak manfaat. Mau Tahu
apa saja manfaatnya?
1.Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
2.Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3.Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4.Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashalah.
5.Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.
6.Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
7.Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama.
8.Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan. Untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
9.Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan pemberi nasihat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
10.Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
11.Membaca dapat membantu memahami; proses terjadinya kata secara lebih detail, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada di balik tulisan.
Jadi kalau sudah tahu banyak manfaatnya, masih nggak tertarik baca buku?
Penulis: Sarah Febriyanti – Fakultas Ilmu Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Jakarta
1.Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
2.Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3.Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4.Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashalah.
5.Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.
6.Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
7.Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama.
8.Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan. Untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
9.Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan pemberi nasihat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
10.Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
11.Membaca dapat membantu memahami; proses terjadinya kata secara lebih detail, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada di balik tulisan.
Jadi kalau sudah tahu banyak manfaatnya, masih nggak tertarik baca buku?
Penulis: Sarah Febriyanti – Fakultas Ilmu Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)





